ALAMAT MEDIA

Media Bukan Milik Mereka Yang Kaya Saja

Tuesday, August 29, 2006

SURAT KABAR JAKARTA

MERDEKA
E-mail Address(es):
merdekanews@yahoo.com

HARIAN INDONESIA
E-mail Address(es):
redaksi@harian-indonesia.com

RAKYAT MERDEKA
E-mail Address(es):
redaksi@rakyatmerdeka.co.id

HARIAN JAKARTA
E-mail Address(es):
aristo@harianjakarta.com

HARIAN JAKARTA
E-mail Address(es):
aristo_jakarta@yahoo.com

INVESTOR DAILY
E-mail Address(es):
koraninvestor@investor.co.i

KOMPAS INSIDE
http://www.kompasinside.blogspot.com

3 Comments:

  • At 8:14 AM , Blogger freedom said...

    CERPEN .
    KISAH DI MALAM MENJELANG LEBARAN
    Suasana senja semakin sendu. Azdan maghrib terdengar dari musholla. Senja itu merupakan buka puasa terakhir . Bulan ramadhan akan pergi . Ia akan datang satu tahun lagi. Sejak pagi hari anak – anak , remaja , orang dewasa sampai kakek – kakek membayar zakat . Mereka mendatangi guru – guru mereka . Anak yatim piatu ,fakir msikin lalu mereka membayar zakat .
    Selesai sholat magrib makin banyak orang dewasa mendatangi seorang guru sufi yang berumur 86 tahun itu. Pendengarannya mulai berkurang . Namun ketajaman matanya masih dapat melihat dengan baik . Saat beliau menjadi Khotib atau mengajar di musholla pada umur 70 tahun beliau tidak menggunakan kaca mata .
    Semakin malam semakin banyak murid - muridnya bersilaturahmi . Mereka datang secara kelompok mewakili jemaah mushola atau jemaah masjid . Jemaah itu adalah mantan murid – murid guru sufi itu beberapa puluh tahun yang lalu . Setiap robongan diterima oleh guru sufi itu berdurasi sepuluh sampai lima belas menit. Setelah itu rombongan atau jemaah berikutnya menemui gurunya
    Waktu terus berjalan cepat . Suara takbir bergema dari musholla dan masjid . Kue – kue lebaran mulai mengiasi menja . Nenek istri guru sufi selalu menyediakan makanan khas lebaran. Manisan kolanag – kaling , rengginang , kacang dan buah jeruk menjadi santapan murid – murid yang hadir di rumah guru sufi itu. Mereka saling mengenang masa – masa indah saat belajar di musholla atau di masjid . Guru sufi itu menjadi teladan dan tempat meminta nasehat .
    Menjelang pukul 21.00 WIB salah seorang muridnya yang telah pensiun dari tugas kepala Desa hadir bersama jemaahnya . Mereka terlihat bahagia malam itu .Sejak muda kepala desa itu telah banyak belajar dengan guru sufi itu. Generasi setelah kepala desa itu juga banyak belajar kepada guru yang kini semakin tua . Berkat ilmu yang diberikan kepada para kepala dessa ,tokoh masyarakat dan murid – murid yang menjadi imam mushola dan masjid. Maka lingkungan kami terasa lebih damai dan reelegius . Pada malam menjelang lebaran disebut malam takbiran para murid terus berdatangan sampai menjelang pukul 23.00 WIB .
    Tujuan mereka adalah bersilaturahmi dan memohon doa restu kepada guru sufi agar ibadah di bulan Ramadhan diterima Allah SWT. Malam takbiran menjadi tradisi di daerah kami . Sejak sore sampai menjelang tengah malam . Para murid – murid mendatangi guru – guru mereka di masa lalu . Kegiatan ini semacam reuni di malam takbiran .
    Pesan – pesan guru sufi yang selalu berkesan adalah kekuatan dan kesungguhan menjaga kebersihan pikiran dan kejernihan hati . Menjalani hidup dengan benar dan baik . Bekerja dan beramal ikhlas untuk meraih kebahagiaan . Berbicara sofan dan santun merupakan cirinya . Kehidupan yang juhud makin terlihat diusia senja . Ketulusan beribadah dan keikhlasan beribadah kepada Allah . Suka menolong oaring lain , saudara dan muridnya menjadi kekuatannya . Sehingga ia diberi umur panjang oleh Allah . Beliau yang lahir di tahun 1924 kini masih dapat mengenali murid – muridnya yang telah tua saat hadir di malam takbiran itu . Ia selalu menyapa nama – nama muridnya sambil menanyakan keadaan cucu atau keluarganya .

    Abdul Haris S,Pd
    Jl.Pratama H.Daiman Rt 05-04 no.18
    Kreo Selatan Tangerang 15156

     
  • At 8:15 AM , Blogger freedom said...

    CERPEN .
    KISAH DI MALAM MENJELANG LEBARAN
    Suasana senja semakin sendu. Azdan maghrib terdengar dari musholla. Senja itu merupakan buka puasa terakhir . Bulan ramadhan akan pergi . Ia akan datang satu tahun lagi. Sejak pagi hari anak – anak , remaja , orang dewasa sampai kakek – kakek membayar zakat . Mereka mendatangi guru – guru mereka . Anak yatim piatu ,fakir msikin lalu mereka membayar zakat .
    Selesai sholat magrib makin banyak orang dewasa mendatangi seorang guru sufi yang berumur 86 tahun itu. Pendengarannya mulai berkurang . Namun ketajaman matanya masih dapat melihat dengan baik . Saat beliau menjadi Khotib atau mengajar di musholla pada umur 70 tahun beliau tidak menggunakan kaca mata .
    Semakin malam semakin banyak murid - muridnya bersilaturahmi . Mereka datang secara kelompok mewakili jemaah mushola atau jemaah masjid . Jemaah itu adalah mantan murid – murid guru sufi itu beberapa puluh tahun yang lalu . Setiap robongan diterima oleh guru sufi itu berdurasi sepuluh sampai lima belas menit. Setelah itu rombongan atau jemaah berikutnya menemui gurunya
    Waktu terus berjalan cepat . Suara takbir bergema dari musholla dan masjid . Kue – kue lebaran mulai mengiasi menja . Nenek istri guru sufi selalu menyediakan makanan khas lebaran. Manisan kolanag – kaling , rengginang , kacang dan buah jeruk menjadi santapan murid – murid yang hadir di rumah guru sufi itu. Mereka saling mengenang masa – masa indah saat belajar di musholla atau di masjid . Guru sufi itu menjadi teladan dan tempat meminta nasehat .
    Menjelang pukul 21.00 WIB salah seorang muridnya yang telah pensiun dari tugas kepala Desa hadir bersama jemaahnya . Mereka terlihat bahagia malam itu .Sejak muda kepala desa itu telah banyak belajar dengan guru sufi itu. Generasi setelah kepala desa itu juga banyak belajar kepada guru yang kini semakin tua . Berkat ilmu yang diberikan kepada para kepala dessa ,tokoh masyarakat dan murid – murid yang menjadi imam mushola dan masjid. Maka lingkungan kami terasa lebih damai dan reelegius . Pada malam menjelang lebaran disebut malam takbiran para murid terus berdatangan sampai menjelang pukul 23.00 WIB .
    Tujuan mereka adalah bersilaturahmi dan memohon doa restu kepada guru sufi agar ibadah di bulan Ramadhan diterima Allah SWT. Malam takbiran menjadi tradisi di daerah kami . Sejak sore sampai menjelang tengah malam . Para murid – murid mendatangi guru – guru mereka di masa lalu . Kegiatan ini semacam reuni di malam takbiran .
    Pesan – pesan guru sufi yang selalu berkesan adalah kekuatan dan kesungguhan menjaga kebersihan pikiran dan kejernihan hati . Menjalani hidup dengan benar dan baik . Bekerja dan beramal ikhlas untuk meraih kebahagiaan . Berbicara sofan dan santun merupakan cirinya . Kehidupan yang juhud makin terlihat diusia senja . Ketulusan beribadah dan keikhlasan beribadah kepada Allah . Suka menolong oaring lain , saudara dan muridnya menjadi kekuatannya . Sehingga ia diberi umur panjang oleh Allah . Beliau yang lahir di tahun 1924 kini masih dapat mengenali murid – muridnya yang telah tua saat hadir di malam takbiran itu . Ia selalu menyapa nama – nama muridnya sambil menanyakan keadaan cucu atau keluarganya .

    Abdul Haris S,Pd
    Jl.Pratama H.Daiman Rt 05-04 no.18
    Kreo Selatan Tangerang 15156

     
  • At 6:11 AM , Blogger vicky valentino said...

    CERPEN
    Kisah ini hanya terjadi di Indonesia, dimana saat ini sedang terjadi dengan begitu cepatnya PENGHANCURAN MORAL BANGSA, pembodohan terus berlangsung semakin parah..... segala bentuk pelanggaran sudah menjadi halal untuk dilakukan....bahkan pembiaran pelanggaran yg sangat sepele seperti pelanggaran lalulintas dgn melawan arus dan ketertiban umum seperti disengaja tidak di tindak untuk langgengnya pengerusakan moral bangsa....apalagi soal perbatasan dan kedaulatan negara.....dan sepertinya memang sengaja di buat supaya semua itu terjadi....akibatnya banyak anarkisme dimana-2.
    Wahai APARAT PENEGAK HUKUM, yg langsung bersentuhan dgn masyarakat, masih adakah diantara kalian yg berhati nurani untuk menegak kan HUKUM dan membangun MORAL bangsa yg kita cintai ini. Yang dulu sangat terkenal sopan santun dan tatakramanya yg lembut dan taat serta saling menolong.....Semoga masih ada penegak hukum dan penegak ketertiban serta aparat pemerintah yg masih mau peduli......Sehingga Indonesia yg kaya raya ini menjadi negara maju, bangsa yg besar dan berwibawa serta disegani oleh dunia.....bukan negara sarang teroris......

     

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home